NalarRakyat.id, Sangihe – Sebuah ledakan keras menggegerkan warga Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (16/7/2026) siang. Sumber suara tersebut ternyata berasal dari seorang bocah berusia 12 tahun yang tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat berusaha menurunkan bendera Argentina yang terpasang di lantai dua sebuah ruko.
Korban berinisial AAW, yang masih duduk di bangku kelas VII SMP, mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh akibat sengatan listrik. Warga bersama keluarga segera mengevakuasi korban ke RSUD Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan para saksi, sebelum insiden terjadi korban terlihat berada di lantai dua Ruko Al Fatteh milik keluarganya yang berada di samping Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Salah seorang saksi, SD alias Bido, mengatakan dirinya melihat korban sedang membuka ikatan tali bendera Argentina yang dipasang sangat dekat dengan jaringan listrik bertegangan tinggi.
Tak berselang lama, terdengar suara ledakan keras yang mengejutkan warga sekitar. Sesaat setelah ledakan itu, aliran listrik di kawasan tersebut langsung padam.
“Waktu itu korban terlihat sedang membuka ikatan bendera. Tidak lama kemudian terdengar suara ledakan keras dari arah lantai dua ruko,” ungkap saksi.
Suara ledakan membuat warga berhamburan menuju lokasi kejadian. Saksi lain, SN, pemilik sebuah konter yang berada di samping ruko, mengaku langsung berlari bersama dua rekannya setelah mendengar dentuman tersebut.
Saat tiba di lantai dua, mereka mendapati korban telah tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri. Di dekat tubuh korban masih terdapat tiang bendera berbahan besi atau aluminium yang masih terpasang bendera Argentina.
Karena pintu menuju lantai dua terkunci, warga terpaksa berteriak memanggil penghuni ruko dan menendang pintu hingga akhirnya dibuka oleh kakek korban.
“Setelah pintu dibuka, kami langsung naik dan melihat korban sudah terbaring. Tubuhnya mengalami luka bakar dan dari mulutnya keluar busa,” ujar SN.
Korban kemudian segera dievakuasi menuju RSUD Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara itu, kakek korban, JW, mengungkapkan bahwa saat kejadian kedua orang tua korban sedang keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan kios.
Sebelum beristirahat di lantai bawah, ia mengaku sempat melarang cucunya bermain di luar rumah. Namun tanpa sepengetahuannya, korban diduga mengganti tiang bambu yang sebelumnya digunakan untuk memasang bendera dengan tiang berbahan besi atau aluminium yang biasa dipakai sebagai batang gorden.
Menurutnya, perubahan itulah yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.
“Saya tidak tahu kalau tiang bambu itu sudah diganti dengan tiang besi. Kemungkinan saat hendak menurunkan bendera, tiang tersebut menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi,” jelasnya.
Akibat kontak dengan jaringan listrik, korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani penanganan intensif di rumah sakit.
Dokter jaga IGD RSUD Liun Kendage Tahuna menyatakan korban telah mendapatkan penanganan awal sesaat setelah tiba di rumah sakit. Hingga kini, kondisi korban masih dalam pemantauan tim medis.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dekat jaringan listrik tegangan tinggi, terlebih menggunakan benda berbahan logam yang dapat menghantarkan arus listrik dan memicu kecelakaan fatal.***














