NalarRakyat.id, Buol – Kekeringan mulai menyulitkan warga memenuhi kebutuhan air bersih. Di Desa Bungkudu, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, sejumlah warga harus mengandalkan bantuan pasokan air setelah sumber air, termasuk sumur masyarakat, mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Kondisi tersebut mendorong Polres Buol melalui Satuan Samapta menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Rabu (19/8/2026).
Penyaluran dilakukan menggunakan kendaraan R6 AWC Sat Samapta Polres Buol. Lima personel diterjunkan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan berlangsung sejak pukul 13.30 WITA hingga 19.30 WITA. Warga tampak membawa berbagai wadah, mulai dari ember, baskom hingga tempat penampungan air untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Kasat Samapta Polres Buol, Iptu Walidi, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kehadiran Polri ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
“Kami berupaya hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Buol dan diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau,” ujar Iptu Walidi.
Menurutnya, Polres Buol juga menerima aspirasi masyarakat agar pendistribusian air bersih kembali dilakukan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Kami juga menerima aspirasi dari masyarakat agar bantuan air bersih dapat kembali disalurkan selama musim kemarau. Ini menjadi perhatian kami, karena kebutuhan air merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Persoalan kekeringan tidak hanya dirasakan warga Desa Bungkudu. Masyarakat dari wilayah lain yang mengalami kondisi serupa juga berharap mendapatkan bantuan air bersih.
Situasi tersebut menjadi tanda bahwa musim kemarau mulai memberi tekanan terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Buol.
Polres Buol menyatakan akan terus menyesuaikan bantuan dengan kondisi di lapangan dan kemampuan yang tersedia.
Penyaluran air bersih tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar. Bagi warga yang sumurnya mulai mengering, bantuan itu bukan sekadar air yang datang menggunakan kendaraan tangki, tetapi menjadi penyangga kebutuhan dasar di tengah kemarau yang belum berakhir.***














