NalarRakyat.id, BERLIN – Parade Christopher Street Day (CSD) atau Gay Pride di Berlin, Jerman, berubah menjadi tragedi setelah sebuah mobil menerobos kerumunan peserta dan penonton pada Sabtu (25/7/2026) waktu setempat.
Insiden yang terjadi di sekitar kawasan Tiergarten itu menewaskan satu orang dan menyebabkan sedikitnya 15 lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan awal, kendaraan tersebut diduga sengaja diarahkan ke arah massa yang sedang memadati jalur parade.
Kepanikan pun tak terhindarkan ketika mobil melaju dan menghantam peserta yang tengah mengikuti salah satu agenda terbesar komunitas LGBTQ+ di Jerman tersebut.
Tim medis dan petugas kepolisian yang telah disiagakan di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap para korban.
Sedikitnya 15 orang mengalami luka, dengan beberapa korban dilaporkan berada dalam kondisi serius sehingga harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.
Usai menabrak kerumunan, pengemudi kendaraan dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi kemudian menemukan mobil yang diduga digunakan pelaku dalam keadaan ditinggalkan tidak jauh dari lokasi insiden.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap pengemudi sekaligus menyelidiki motif di balik aksi tersebut.
Polisi belum memberikan kesimpulan apakah insiden itu merupakan serangan yang telah direncanakan, aksi bermotif kebencian, atau memiliki latar belakang lain.
Sebagai langkah pengamanan, penyelenggara bersama aparat kepolisian memutuskan menghentikan seluruh rangkaian acara Christopher Street Day lebih awal.
Ribuan peserta yang masih berada di lokasi diminta segera meninggalkan area parade secara tertib untuk menghindari kemungkinan ancaman lanjutan.
Kawasan sekitar Tiergarten langsung dipasang garis polisi. Tim forensik dikerahkan untuk mengumpulkan barang bukti, sementara rekaman kamera pengawas serta video milik warga menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku dan merekonstruksi kronologi kejadian.
Christopher Street Day merupakan parade tahunan yang menjadi simbol perjuangan hak-hak komunitas LGBTQ+ di Jerman.
Setiap tahun, acara ini dihadiri puluhan hingga ratusan ribu peserta dari berbagai negara dan mendapat pengamanan ketat karena besarnya jumlah massa yang terlibat.













