Di Balik Maraknya PETI Pohuwato, Publik Pertanyakan Keberanian Aparat Mengusut Dugaan Aktor Utama

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NalarRakyat.id, Pohuwato – Kabar tentang Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato seolah tak pernah ada habisnya.

Kali ini sorotan publik kembali tertuju pada sosok berinisial Y. Sosok ini disebut-sebut sebagai pihak yang diduga memegang kendali atau “pemegang atensi” atas beroperasinya aktivitas ilegal tersebut melalui orang kepercayaannya di lapangan yang berinisial M.

Bukan hanya di wilayah Dengilo, Balayo, hulawa yang sebelumnya sering mencuat, nama Y. kini kembali disinggung dalam aktivitas tambang di kawasan Tambang Longgi, yang notabene merupakan kawasan hutan lindung.

Ketika awak media berupaya mengonfirmasi hal ini melalui sambungan telepon, seorang narasumber dengan inisial K.R menyebut dengan gamblang.

“Atensi itu saya setor ke M, ke Y.” ungkap K.R

Pengakuan ini memunculkan tanda tanya besar sekaligus keprihatinan mendalam. Berulang kali nama Y. terseret dalam berbagai kasus PETI di Pohuwato, namun hingga kini seolah bergerak bebas tanpa tersentuh hukum.

Ironisnya, operasi penertiban yang dilakukan aparat lebih sering hanya menyasar alat berat atau pekerja di lapisan terbawah, sementara “dalang utama” yang memegang kendali justru tak tersentuh.

Hal ini menimbulkan dugaan kuat, apakah benar ada perlindungan khusus yang membuat Y. dan jejaringnya berani melanggar aturan, bahkan merambah kawasan hutan lindung? Mengapa penegak hukum terkesan lambat atau bahkan segan untuk memproses nama yang kerap disebut warga sebagai otak di balik perputaran uang tambang ilegal ini?

Masyarakat pun mulai kehilangan kepercayaan. Banyak warga yang kini berharap Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) turun tangan langsung, mengambil alih penanganan kasus PETI di Pohuwato.

Harapannya sederhana, agar keadilan tak lagi memandang siapa yang berkuasa, dan hukum benar-benar jatuh sama berat dari pekerja di lapangan hingga mereka yang memegang kendali di balik layar.

Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait keterlibatan Y. maupun M. alasan belum dilakukannya penindakan lebih lanjut.

Awak media akan terus memantau perkembangan kasus ini demi kebenaran dan perlindungan hak masyarakat serta kelestarian alam Pohuwato.***

Berita Terkait

Berkali-kali Disorot, PETI Buol Seolah Punya ‘Ajian Sakti’; Penegakan Hukum Masih Jalan di Tempat?
Parade Gay Pride Berlin Berujung Tragedi, Mobil Diduga Sengaja Tabrak Kerumunan
Banjir Lumpur Rendam Huludebulahu, Dugaan Kerusakan Hulu Akibat PETI Jadi Sorotan
Kursi Dewan Kembali Tercoreng, Oknum DPRD Gorontalo Resmi Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual
Surat Terbuka Guncang Gorontalo, Legislator DH Diterpa Dugaan Skandal, BK DPRD Dipertanyakan
27 Diduga Terlibat, Baru 12 Ditangkap: Polisi Terus Kejar Pelaku Pemerkosaan Massal di Sampang
Disorot Tebang Pilih di Tambang Hutino, Polres Pohuwato: Kami Tindak PETI Tanpa Pandang Bulu
Tambang Emas Hutino Merajalela: Antara “Tangan Panjang” Atensi dan Kepercayaan yang Terkikis  

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:45

Berkali-kali Disorot, PETI Buol Seolah Punya ‘Ajian Sakti’; Penegakan Hukum Masih Jalan di Tempat?

Senin, 27 Juli 2026 - 22:49

Parade Gay Pride Berlin Berujung Tragedi, Mobil Diduga Sengaja Tabrak Kerumunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:12

Banjir Lumpur Rendam Huludebulahu, Dugaan Kerusakan Hulu Akibat PETI Jadi Sorotan

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:53

Kursi Dewan Kembali Tercoreng, Oknum DPRD Gorontalo Resmi Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:42

Surat Terbuka Guncang Gorontalo, Legislator DH Diterpa Dugaan Skandal, BK DPRD Dipertanyakan

Berita Terbaru