NalarRakyat.id, BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol bergerak cepat merespons dugaan keracunan makanan yang dialami belasan siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bokat. Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, turun langsung meninjau penanganan medis sekaligus memastikan seluruh siswa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.
Monitoring dilakukan pada Rabu (29/7) dengan didampingi Asisten II Setda Buol, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Camat Bokat, serta unsur Kepolisian. Kunjungan tersebut menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam menangani dugaan insiden yang melibatkan siswa SD Negeri 1 Bokat dan SD Negeri 2 Bokat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebanyak 15 siswa mengalami keluhan usai mengonsumsi makanan dari Program MBG yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Doulan, Kecamatan Bokat. Gejala yang dirasakan di antaranya sakit perut, mual, pusing, dan sakit kepala.
Dari total tersebut, 11 siswa berasal dari SD Negeri 1 Bokat di Desa Tang, sementara empat siswa lainnya merupakan pelajar SD Negeri 2 Bokat di Desa Bokat.
Wakil Bupati memastikan pemerintah tidak akan mengabaikan setiap laporan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan peserta didik. Penanganan cepat, kata dia, menjadi prioritas agar kondisi para siswa segera pulih sekaligus mencegah munculnya kasus serupa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol menjelaskan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan Puskesmas Bokat. Penanganan meliputi pemeriksaan kesehatan serta pemberian obat oral sesuai kondisi dan indikasi medis masing-masing pasien.
Hasil observasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kondisi seluruh siswa yang sebelumnya mengalami gejala dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan.
Hingga pukul 15.30 WITA, tidak ditemukan adanya penambahan kasus baru. Seluruh 15 siswa yang sebelumnya menjalani observasi juga telah diperbolehkan pulang ke rumah karena kondisi kesehatannya dinilai stabil.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Buol tetap melakukan pemantauan lanjutan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menelusuri penyebab dugaan insiden tersebut.
Evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis juga akan dilakukan guna memastikan setiap tahapan penyediaan makanan memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas gizi yang telah ditetapkan.
Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Pemkab Buol untuk menjaga keamanan pangan di lingkungan sekolah, melindungi kesehatan peserta didik, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak.***














