Putra TTS Bersinar! Alvin Nomleni Borong Dua Medali Emas untuk Merah Putih

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NalarRakyat.id, NAKHON RATCHASIMA – Semangat pantang menyerah dan keyakinan kepada Tuhan mengantarkan atlet para atletik Indonesia asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Alvin Nomleni, meraih prestasi gemilang pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Tampil di Main Stadium 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Sabtu (24/1) malam waktu setempat, Alvin berhasil mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia setelah tampil sebagai yang tercepat pada final nomor 800 meter putra klasifikasi T20.

Alvin menyentuh garis finis dengan catatan waktu 2 menit 00,352 detik, mengungguli para pesaingnya dari sejumlah negara Asia Tenggara. Hasil tersebut sekaligus melengkapi keberhasilannya yang sebelumnya juga merebut medali emas pada nomor 400 meter putra T20, menjadikannya salah satu penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Merah Putih di cabang para atletik.

Nomor T20 merupakan klasifikasi dalam olahraga para atletik bagi atlet penyandang disabilitas intelektual. Pada nomor ini, para atlet dituntut memiliki kemampuan fisik, strategi balapan, dan konsentrasi tinggi untuk bersaing di level internasional.

Usai memastikan kemenangan, Alvin mengaku tidak pernah membayangkan bisa berdiri di podium tertinggi. Menjelang lomba dimulai, ia memilih menyerahkan seluruh perjuangannya kepada Tuhan.

“Saat final tadi saya cuma pasrah. Waktu mau start saya hanya bilang, ‘Tuhan yang atur.’ Itu saja yang ada di pikiran saya,” ujar Alvin seusai pertandingan.

Menurutnya, lawan-lawan yang dihadapi bukan atlet biasa. Beberapa di antaranya merupakan atlet yang telah memiliki pengalaman tampil pada ajang Paralimpiade, sehingga ia datang tanpa membebani diri dengan target tinggi.

“Saya tidak pernah berpikir harus juara karena lawan-lawan saya sebelumnya sudah pernah tampil di Paralimpiade. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi Tuhan berkata lain. Saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas ini untuk bangsa Indonesia,” tuturnya.

Bagi Alvin, kemenangan tersebut bukan semata hasil latihan keras, tetapi juga buah dari dukungan keluarga, pelatih, dan orang-orang terdekat yang terus memberikan semangat di tengah persiapannya menghadapi kompetisi.

Ia mengungkapkan bahwa motivasi terbesar datang dari teman-temannya yang terus meyakinkannya untuk percaya pada kemampuan sendiri. Namun, tantangan sesungguhnya bukanlah mengalahkan lawan di lintasan, melainkan menaklukkan keraguan dalam dirinya.

“Teman-teman selalu bilang, ‘Bang Alvin pasti bisa.’ Sementara saya kadang masih ragu. Yang paling penting sebenarnya bukan lawan di lintasan, tetapi apakah saya bisa mengalahkan ego dan rasa takut dalam diri sendiri. Itu yang terus saya pikirkan selama persiapan,” katanya.

Dengan mata berkaca-kaca, Alvin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat di kampung halamannya di Timor Tengah Selatan yang terus mendoakan perjuangannya selama membela Indonesia.

“Untuk teman-teman dan masyarakat di daerah saya, terima kasih atas doa dan dukungannya. Terutama untuk ibu dan bapak, terima kasih atas semua doa yang tidak pernah putus,” ucapnya haru.

Keberhasilan Alvin Nomleni menjadi bukti bahwa talenta olahraga dari daerah mampu bersaing di panggung internasional apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan. Dua medali emas yang dipersembahkannya tidak hanya menambah perolehan medali Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya penyandang disabilitas, untuk terus bermimpi dan berjuang meraih prestasi tertinggi.

Prestasi tersebut sekaligus mempertegas kekuatan Indonesia di cabang para atletik pada ASEAN Para Games, ajang olahraga terbesar bagi atlet penyandang disabilitas di kawasan Asia Tenggara yang menjadi batu loncatan menuju kompetisi tingkat Asia maupun Paralimpiade.

Berita Terkait

Dukung Prestasi Sepak Bola Lokal, Bupati Buol Buka Turnamen Piala TKBM Bahari 2026
Jelang POPDA XXIV, Buol Kebut Persiapan Venue, Keamanan hingga Lapak UMKM
Bendera Argentina Berujung Petaka, Bocah 12 Tahun di Sangihe Dilarikan ke Rumah Sakit
Panjat Tebing Indonesia Panaskan Mesin! Empat Medali Dunia Jadi Modal Menuju Asian Games 202
Kontroversi Panas! Mostafa Ziko Tuding Piala Dunia 2026 Sudah Diarahkan untuk Argentina
Kejurnas Grasstrack Region 5 Putaran 3 Berlangsung Sukses, Buol Dinilai Siap Jadi Tuan Rumah Event Nasional
Buol Siap Jadi Tuan Rumah POPDA XXIV Sulawesi Tengah 2026, Ribuan Atlet Bakal Hadir

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:39

Dukung Prestasi Sepak Bola Lokal, Bupati Buol Buka Turnamen Piala TKBM Bahari 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51

Jelang POPDA XXIV, Buol Kebut Persiapan Venue, Keamanan hingga Lapak UMKM

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:18

Bendera Argentina Berujung Petaka, Bocah 12 Tahun di Sangihe Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:58

Panjat Tebing Indonesia Panaskan Mesin! Empat Medali Dunia Jadi Modal Menuju Asian Games 202

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:36

Kontroversi Panas! Mostafa Ziko Tuding Piala Dunia 2026 Sudah Diarahkan untuk Argentina

Berita Terbaru