NalarRakyat.id, NAKHON RATCHASIMA – Semangat pantang menyerah dan keyakinan kepada Tuhan mengantarkan atlet para atletik Indonesia asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Alvin Nomleni, meraih prestasi gemilang pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Tampil di Main Stadium 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Sabtu (24/1) malam waktu setempat, Alvin berhasil mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia setelah tampil sebagai yang tercepat pada final nomor 800 meter putra klasifikasi T20.
Alvin menyentuh garis finis dengan catatan waktu 2 menit 00,352 detik, mengungguli para pesaingnya dari sejumlah negara Asia Tenggara. Hasil tersebut sekaligus melengkapi keberhasilannya yang sebelumnya juga merebut medali emas pada nomor 400 meter putra T20, menjadikannya salah satu penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Merah Putih di cabang para atletik.
Nomor T20 merupakan klasifikasi dalam olahraga para atletik bagi atlet penyandang disabilitas intelektual. Pada nomor ini, para atlet dituntut memiliki kemampuan fisik, strategi balapan, dan konsentrasi tinggi untuk bersaing di level internasional.
Usai memastikan kemenangan, Alvin mengaku tidak pernah membayangkan bisa berdiri di podium tertinggi. Menjelang lomba dimulai, ia memilih menyerahkan seluruh perjuangannya kepada Tuhan.
“Saat final tadi saya cuma pasrah. Waktu mau start saya hanya bilang, ‘Tuhan yang atur.’ Itu saja yang ada di pikiran saya,” ujar Alvin seusai pertandingan.
Menurutnya, lawan-lawan yang dihadapi bukan atlet biasa. Beberapa di antaranya merupakan atlet yang telah memiliki pengalaman tampil pada ajang Paralimpiade, sehingga ia datang tanpa membebani diri dengan target tinggi.
“Saya tidak pernah berpikir harus juara karena lawan-lawan saya sebelumnya sudah pernah tampil di Paralimpiade. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi Tuhan berkata lain. Saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas ini untuk bangsa Indonesia,” tuturnya.
Bagi Alvin, kemenangan tersebut bukan semata hasil latihan keras, tetapi juga buah dari dukungan keluarga, pelatih, dan orang-orang terdekat yang terus memberikan semangat di tengah persiapannya menghadapi kompetisi.
Ia mengungkapkan bahwa motivasi terbesar datang dari teman-temannya yang terus meyakinkannya untuk percaya pada kemampuan sendiri. Namun, tantangan sesungguhnya bukanlah mengalahkan lawan di lintasan, melainkan menaklukkan keraguan dalam dirinya.
“Teman-teman selalu bilang, ‘Bang Alvin pasti bisa.’ Sementara saya kadang masih ragu. Yang paling penting sebenarnya bukan lawan di lintasan, tetapi apakah saya bisa mengalahkan ego dan rasa takut dalam diri sendiri. Itu yang terus saya pikirkan selama persiapan,” katanya.
Dengan mata berkaca-kaca, Alvin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat di kampung halamannya di Timor Tengah Selatan yang terus mendoakan perjuangannya selama membela Indonesia.
“Untuk teman-teman dan masyarakat di daerah saya, terima kasih atas doa dan dukungannya. Terutama untuk ibu dan bapak, terima kasih atas semua doa yang tidak pernah putus,” ucapnya haru.
Keberhasilan Alvin Nomleni menjadi bukti bahwa talenta olahraga dari daerah mampu bersaing di panggung internasional apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan. Dua medali emas yang dipersembahkannya tidak hanya menambah perolehan medali Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya penyandang disabilitas, untuk terus bermimpi dan berjuang meraih prestasi tertinggi.
Prestasi tersebut sekaligus mempertegas kekuatan Indonesia di cabang para atletik pada ASEAN Para Games, ajang olahraga terbesar bagi atlet penyandang disabilitas di kawasan Asia Tenggara yang menjadi batu loncatan menuju kompetisi tingkat Asia maupun Paralimpiade.














