Kontroversi Panas! Mostafa Ziko Tuding Piala Dunia 2026 Sudah Diarahkan untuk Argentina

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NalarRakyat, Atlanta – Laga sengit babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir berubah menjadi salah satu pertandingan paling kontroversial sepanjang turnamen. Kekalahan dramatis yang dialami Mesir tak hanya mengakhiri langkah mereka di kompetisi, tetapi juga memicu kemarahan para pemain akibat sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan.

Bertanding di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026) malam WIB, Mesir sejatinya tampil luar biasa sejak menit awal. Pasukan Hossam Hassan mampu mengejutkan Argentina dengan keunggulan dua gol dan berada di atas angin untuk mengamankan tiket perempat final.

Namun, situasi berubah drastis pada babak kedua. Argentina bangkit dan berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 melalui serangkaian gol yang diwarnai kontroversi, membuat Mesir harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Sorotan utama pertandingan mengarah kepada wasit asal Prancis, Francois Letexier. Sejumlah keputusan yang diambilnya menuai protes keras dari kubu Mesir dan memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola.

Kontroversi pertama terjadi pada menit ke-59 ketika Mostafa Ziko sempat mencetak gol yang berpotensi memperlebar keunggulan Mesir. Namun setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), Letexier memutuskan menganulir gol tersebut dengan alasan terjadi pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez, dalam proses terciptanya gol.

Keputusan itu langsung mendapat protes dari para pemain Mesir yang menilai kontak tersebut terlalu ringan untuk dijadikan alasan pembatalan gol.

Puncak kontroversi terjadi menjelang akhir pertandingan saat Argentina mencetak gol kemenangan melalui Enzo Fernandez. Dalam proses terciptanya gol, Mohamed Salah terlihat terjatuh usai mendapat tekanan dari pemain Argentina sebelum Albiceleste melancarkan serangan balik cepat.

Pihak Mesir meminta wasit menghentikan pertandingan dan melakukan pemeriksaan VAR, sebagaimana yang dilakukan saat membatalkan gol Ziko. Namun permintaan tersebut diabaikan. Letexier tetap mengesahkan gol Argentina tanpa meninjau ulang tayangan video.

Situasi semakin memanas ketika staf pelatih Mesir melakukan protes keras dari pinggir lapangan. Alih-alih mengevaluasi insiden tersebut, sang wasit justru mengeluarkan kartu merah kepada salah satu staf Mesir karena dianggap melakukan tindakan tidak sportif.

Usai pertandingan, Mostafa Ziko tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Winger berusia 29 tahun itu melontarkan tudingan keras bahwa turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut telah diarahkan untuk dimenangkan Argentina.

“Keputusan wasit itu tidak adil. Benar-benar tidak adil. Keputusan itu menghancurkan semua usaha kami. Kami sempat unggul 2-0, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya kini di tangan Tuhan,” ujar Ziko kepada The Athletic.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Mesir yang telah memberikan dukungan penuh kepada tim nasional mereka sepanjang turnamen.

“Kami sangat menyesal kepada rakyat Mesir. Kami ingin membuat kalian semua bahagia, tetapi itu tidak ditakdirkan. Semua ini karena keputusan wasit. Piala Dunia ini sudah diarahkan untuk Argentina,” ucapnya dengan nada emosional.

Pernyataan Ziko langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak pendukung Mesir mendukung kekecewaannya, sementara sebagian pengamat menilai tudingan tersebut merupakan luapan emosi setelah kekalahan menyakitkan.

Hingga berita ini ditulis, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik maupun tudingan yang disampaikan kubu Mesir terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier.

Kekalahan tersebut memastikan langkah Mesir terhenti di babak 16 besar setelah tampil impresif sepanjang fase grup. Di sisi lain, Argentina memastikan diri lolos ke perempat final dan bergabung dengan sejumlah negara unggulan lainnya seperti Prancis, Spanyol, dan Inggris dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026.

Berita Terkait

Dukung Prestasi Sepak Bola Lokal, Bupati Buol Buka Turnamen Piala TKBM Bahari 2026
Jelang POPDA XXIV, Buol Kebut Persiapan Venue, Keamanan hingga Lapak UMKM
Bendera Argentina Berujung Petaka, Bocah 12 Tahun di Sangihe Dilarikan ke Rumah Sakit
Panjat Tebing Indonesia Panaskan Mesin! Empat Medali Dunia Jadi Modal Menuju Asian Games 202
Kejurnas Grasstrack Region 5 Putaran 3 Berlangsung Sukses, Buol Dinilai Siap Jadi Tuan Rumah Event Nasional
Buol Siap Jadi Tuan Rumah POPDA XXIV Sulawesi Tengah 2026, Ribuan Atlet Bakal Hadir
Putra TTS Bersinar! Alvin Nomleni Borong Dua Medali Emas untuk Merah Putih

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:39

Dukung Prestasi Sepak Bola Lokal, Bupati Buol Buka Turnamen Piala TKBM Bahari 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51

Jelang POPDA XXIV, Buol Kebut Persiapan Venue, Keamanan hingga Lapak UMKM

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:18

Bendera Argentina Berujung Petaka, Bocah 12 Tahun di Sangihe Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:58

Panjat Tebing Indonesia Panaskan Mesin! Empat Medali Dunia Jadi Modal Menuju Asian Games 202

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:36

Kontroversi Panas! Mostafa Ziko Tuding Piala Dunia 2026 Sudah Diarahkan untuk Argentina

Berita Terbaru